Akseswarganet – Terkubur di Pusat Pasar Favorit Pejabat, Warung Sop Bu Ruliyah.
Pasar Raya Kota Salatiga ramai dengan pedagang dan konsumen yang beraktivitas.
Puluhan pedagang daging dan rempah-rempah berjualan di lantai dua, sebagian berjualan langsung ke konsumen.
Namun, di antara deretan kios, tidak hanya pedagang daging dan rempah-rempah saja yang berjualan. Ada juga pedagang makanan yang datang ke sini saat Anda lapar.
Warung Sop Bu Ruliyah adalah salah satunya, yang telah berdiri sejak 1998.
Warung Sop Bu Ruliyah boleh dibilang termasuk harta karun yang belum ditemukan dan banyak dicari orang.
Karena tempatnya yang kecil dan tidak mencolok, konsumen mungkin harus mengantre.
Bersama pedagang dan konsumen di Pasar Raya 1, politisi, seperti Yuliyanto, Wali Kota Salatiga dua periode, tidak ragu untuk berebut makanan.
Ruliyah mengaku sup buatannya sangat disukai karena cocok dengan suhu pagi di Salatiga yang sering dingin.
Setiap hari, sup ini selalu ramai, terutama pada hari Jumat dan Sabtu. Selain itu, karena keterbatasan tempat, pelanggan mungkin harus menunggu di luar.
Supnya terasa segar karena disajikan hangat di sini. Isinya berupa potongan kol, bihul, wortel, dan daging. Anda juga bisa meminta lebih babat iso atau empal.
Aneka gorengan juga tersedia dan selalu disajikan hangat. Tempe goreng yang renyah menjadi favorit pembeli.
Alhasil, setiap hidangan langsung disajikan setelah diolah.
Tergantung isi yang digunakan, seporsi sup daging sapi bisa dibanderol mulai dari Rp8.000 hingga Rp18.000 per porsi.
Meski biasanya sup ini habis terjual pada pukul 10.00 WIB, restoran ini buka mulai pukul 07.00 WIB hingga tengah hari dan tutup pada hari Minggu.
Pelanggan Warung Sop Bu Ruliyah datang dari berbagai kota selain dari Salatiga dan Kabupaten Semarang. Solo, Boyolali, bahkan kota-kota lainnya, terutama pada hari libur.
Sedangkan untuk sop di warung Bu Ruliyah, Yuliyanto yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Salatiga mengatakan, rasanya unik.