Mengenal Paniki, Sajian Daging Kelelawar dari Minahasa

Akseswarganet – Mengenal Paniki, Sajian Daging Kelelawar dari Minahasa

Selain daging ayam, ikan, dan sapi, Minahasa terkenal dengan kuliner daging ekstrem yang jarang ditemukan di daerah lain.

Contohnya, tikus hutan, ular, dan kelelawar yang bisa ditemukan di Pasar Ekstrem Tomohon yang terletak di Kota Tomohon.

Paniki sebutan Sajian daging kelelawar khas Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Secara harfiah, paniki berarti kelelawar.

Mamalia ini diolah menjadi sajian sate dan sup. Tidak semua kelelawar bisa diolah dan aman untuk dijadikan makanan.

Hanya kelelawar pemakan buah saja yang diolah menjadi makanan dan banyak ditemukan di pasar-pasar tradisional di Minahasa.

Kelelawar pemakan buah kaya akan gizi karena mengandung protein dan kitotefin yang konon bisa dan ampuh untuk mengobati penyakit asma dan paru-paru.

Sajian Daging Kelelawar dari Minahasa

Daging kelelawar awalnya dipotong-potong, kemudian direbus dengan bumbu dan rempah-rempah, seperti cabai, bawang, serai, dan jahe.

Paniki terasa agak pedas dan gurih karena campuran santan yang juga di pakai untuk memasak hidangan ini.

Tekstur daging kelelawar yang dimasak terasa sedikit alot, terutama pada bagian sayapnya kelelawar.

Pasalnya, habitat alami kelelawar semakin menyempit, begitu pula dengan berkurangnya jumlah pohon buah, serta maraknya kegiatan perburuan.

Paniki kini kerap ditemukan pada momen-momen tertentu, seperti Natal dan Tahun Baru, acara adat, dan hari raya syukur.

Sebagian orang juga memanfaatkan bumbu paniki yang sama untuk mengolah daging ayam sebagai pengganti daging kelelawar.

Mengenal Paniki, Sajian Daging Kelelawar dari Minahasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *