akseswarganet – Gangguan Tiroid Bisa Sebabkan Susah Tidur
Penyakit tiroid dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan mulai dari kelelahan, gangguan kesuburan, kolesterol tinggi, dan sulit tidur malam.
Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Kelenjar ini menghasilkan dua hormon, tiroksin dan triiodothyronine, yang mengatur cara tubuh menggunakan energi.
Hormon-hormon ini mempengaruhi sebagian besar organ dan penting untuk berbagai proses fisiologis seperti pernapasan dan detak jantung, pencernaan dan suhu tubuh.
Ketika tiroid kita memproduksi terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon tertentu, kimiawi tubuh kita bisa menjadi tidak seimbang. Hal ini dapat memengaruhi ritme sirkadian, jam internal tubuh yang bertanggung jawab atas siklus tidur dan bangun.
Ketika tiroid memproduksi terlalu banyak hormon, hal ini disebut hipertiroidisme. Efek samping yang mungkin terjadi antara lain sering terbangun dengan perasaan gugup atau gelisah, berkeringat di malam hari, atau sering buang air kecil di malam hari.
Di sisi lain, orang dengan tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) mengalami kesulitan menoleransi rasa dingin di malam hari dan nyeri sendi, sehingga mengganggu tidur.
Menurut situs Sleep Foundation, hipotiroidisme juga dapat menyebabkan hipersomnia, atau membuat Anda sulit bangun karena tetap mengantuk sepanjang hari.
Penyakit tiroid dapat menjadi faktor predisposisi terjadinya sindrom kaki gelisah (RLS). Mereka yang terkena penyakit ini mengalami rasa tidak nyaman pada kaki saat beristirahat.
Pada kebanyakan kasus, gejala RLS sering terjadi pada malam hari atau sebelum tidur. Karena gangguan ini sangat mengganggu, RLS dapat menyebabkan kurang tidur dan gangguan pada siang hari.
Kapan Anda harus memeriksanya?
Tes darah sederhana dapat menunjukkan apakah tiroid kita berfungsi normal atau tidak.
Hipotiroidisme berkembang secara perlahan, sehingga banyak orang tidak menyadari gejalanya selama bertahun-tahun.
Gejalanya juga mirip dengan banyak kondisi medis lainnya, sehingga kemungkinan besar dokter akan meminta tes tambahan.
Hal yang sama berlaku untuk hipertiroidisme, dan sebagian besar diagnosis hipertiroidisme juga memerlukan beberapa tes darah.
Pada banyak pasien lanjut usia, hipertiroidisme dapat muncul secara berbeda dan disalahartikan sebagai depresi atau demensia karena dapat menyebabkan gejala serupa seperti kehilangan nafsu makan dan penarikan diri dari pergaulan.
Gangguan Tiroid Bisa Sebabkan Susah Tidur