akseswarganet – Oracle dan Microsoft Tertarik Beli Bisnis TikTok
Oracle dan Microsoft Tertarik Beli Bisnis TikTok , Perusahaan software dan jaringan Oracle dan sekelompok investor termasuk Microsoft disebut-sebut tengah dalam tahap pembicaraan untuk membeli bisnis TikTok. Demikian berdasarkan laporan dari NPR.
Mengutip The Verge, Senin (27/1/2025), kesepakatan ini akan tetap membuat ByteDance memiliki saham minoritas di TikTok. Sementara, algoritme aplikasi, pengumpulan data, dan update software akan dipantau oleh Oracle.
Media tersebut menyebutkan, Gedung Putih kini telah menegosiasikan kesepakatan tersebut meski Presiden Donald Trump membantah ia bekerja dengan Oracle.
“Saya telah berbincang dengan banyak orang mengenai TikTok dan ada ketertarikan besar pada TikTok,” kata Donald Trump, demikian mengutip Reuters.
Meski begitu, menurut Reuters, Oracle bukan termasuk satu dari berbagai pihak yang diajak bicara Trump.
Donald Trump Belum Berbincang dengan Oracle
Belum lama ini, Donald Trump menyebut, ia ingin Larry Ellison –pendiri Oracle– untuk membeli TikTok.
Saat ini jaringan dan server Oracle menyediakan tulang punggung untuk berjalannya TikTok di Amerika Serikat. Oracle juga menjadi pembeli potensial sekaligus disebut mampu mengawasi dan menjalankan pengawasan terkait apa yang akan terjadi pada TikTok.
Tujuan dari kesepakatan pembelian TikTok, menurut sumber yang tak disebutkan namanya adalah untuk “meminimalisasi kepemilikan Tiongkok pada TikTok.”
Sementara itu, keterlibatan Microsoft belum jelas tentang perbincangan perusahaan dalam pembelian TikTok. Perusahaan ini sebelumnya disebut-sebut saat TikTok diisukan akan dijual pada 2020.
Microsoft juga Tertarik Pada TikTok
Saat itu, Microsoft, Oracle, hingga Walmart sama-sama disebutkan memiliki ketertarikan pada TikTok. Saat ini, Microsoft menolak untuk memberikan komentarnya.
Sekadar informasi, perbincangan untuk pembelian TikTok kembali mencuat setelah Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang menunda aturan pelarangan TikTok dengan memperpanjang waktu transaksi TikTok hingga 75 hari lamanya. Tujuannya agar ByteDance melakukan divestasi asetnya pada TikTok.
Sebelumnya Donald Trump juga menyebut adanya kemungkinan untuk mendirikan perusahaan joint venture yang memungkinkan pihak atau perusahaan AS mendapat kepemilikian 50 persen terhadap TikTok.