akseswarganet – Makanan Tradisional Zaman Dulu yang Melegenda
Ketika membicarakan makanan tradisional zaman dulu, zaman penjajahan pasti muncul di kepala lebih dulu. Lantas banyak yang mengira makanan tradisional yang melegenda sekarang, asli buatan tentara zaman perang memertahankan kemerdekaan.
Padahal tidak demikian. Makanan tradisional zaman dulu memang banyak dikonsumsi oleh tentara ketika melawan penjajah. Meski begitu, ketika menilik dari sejarah, beberapa makanan tradisional justru datang dari pendatang yang hendak berdagang di Indonesia pada masanya.
Jenang Ketan Hitam
Jenang ketan hitam adalah makanan tradisional zaman dulu yang rasanya lezat dan nikmat. Jenang ini bahkan sudah melegenda sejak zaman Majapahit. Konon zaman dulu, ketan hitam hanya bisa dikonsumsi oleh raja.
Sementara kini, jenang ketan hitam sudah bisa dikonsumsi oleh siapa saja. bahkan kerap dimasak untuk acara besar seperti pernikahan untuk simbol perekat tali kasih sayang. Jenang ketan hitam ini memiliki cita rasa khas gurih, manis, dan lengket.
Onde-Onde
Siapa sangka ternyata onde-onde bukan makanan khas Nusantara. Onde-onde memang sudah ada sejak tahun 1300-1500 Masehi. Tentu saja keberadaan onde-onde sebagai makanan tradisional zaman dulu dibawa oleh pendatang.
Menurut catatan sejarah, onde-onde berasal dari Tiongkok. Tak heran jika yang membawa onde-onde ke tanah air juga para pedagang dari Tiongkok. Di Tiongkok, onde-onde hanya diisi gula merah. Sementara di Indonesia, onde-onde diisi dengan kacang hijau.
Cenil
Membicarakan makanan tradisional zaman dulu tak lengkap rasanya tanpa cenil. Cenil ini populer sekali di tanah Jawa dan mudah ditemukan di pasar tradisional. Teksturnya kenyal, manis, dan disajikan dengan parutan kelapa muda.
Cenil biasanya disandingkan dengan gethuk, gatot, tiwul, lopis, jenang grendul, dan klepon. Lalu diberi tambahan gula merah diatasnya dan membuatnya semakin nikmat ketika dilahap.
Jika ditelisik dari sejarahnya, cenil termasuk makanan tradisional yang sudah ada sejak zaman penjajahan. Sangat melegenda karena dulunya, cenil bukanlah camilan semeperti sekarang. Melainkan makanan pokok para pejuang kemerdekaan.
Kue Putu
Membicarakan kue putu pastilah yang diingat suara nyaring yang keluar dari bambu, melengking sekali. Kue putu memiliki ciri khas lonjong, dimasak dengan bambu, berisi gula merah, dan disajikan dengan parutan kelapa. Harganya juga murah meriah dan bikin kenyang karena bahan dasarnya tepung beras.
Sejarah menyebutkan kue putu bukan makanan tradisional zaman dulu yang berasal dari Nusantara. Kue ini berasal dari China dan kini sudah tersebar luas di seluruh pulau Jawa. Kue putu sudah ada sejak zaman 1200 Masehi, tepatnya di masa Dinasti Ming.
Dulu kue putu dibuat dengan isian kacang hijau. Sementara ketika berada di Jawa, kue putu diisi dengan gula merah. Sebab gula merah lebih mudah ditemukan daripada kacang hijau. Kue ini pun dulunya kerap disandingkan dengan serabi.
Getuk Lindri
Getuk lindri adalah makanan tradisional zaman dulu yang cukup melegenda. Keberadaannya sudah ada sejak Belanda menjajah Indonesia. Sementara di Magelang, Jawa Tengah si getuk lindri ini dijadikan sebagai makanan pokok pada masanya.
Getuk lindri terbuat dari singkong yang digulung dengan alat bernama lindri. Enggak heran kan kalau namanya diberi sisipan lindri? Biasanya setelah melalui tahap penggulungan dengan lindri, getul lindri akan berbentuk seperti mi.
Aroma getuk lindri ini harum dan khas sekali. Hampir mirip dengan makanan tradisional zaman dulu yang lainnya, getuk lindri pun disajikan dengan parutan kelapa. Teksturnya lembut, empuk, dan bikin kenyang pastinya.
Makanan Tradisional Zaman Dulu yang Melegenda