Waspadai Efek Negatif Sengatan Matahari pada Mata

Akseswarganet – Waspadai Efek Negatif Sengatan Matahari pada Mata

Kita harus selalu memakai tabir surya pada hari-hari cerah untuk mencegah sengatan matahari, terutama pada wajah. Namun, apakah dampak menyakitkan dari sengatan matahari hanya terbatas pada kulit?

Para ahli mengatakan sengatan matahari juga dapat terjadi pada mata, salah satu organ kita yang paling rentan. Fotokeratitis dapat terjadi akibat kelainan ini.

Fotokeratitis, atau luka bakar pada sel epitel kornea, dapat terjadi akibat paparan radiasi ultraviolet dari matahari dalam waktu lama atau paparan radiasi jenis apa pun yang sangat tinggi.

Kornea adalah lapisan terluar mata. Permukaan kornea yang sebening kristal berfungsi sebagai lapisan pelindung untuk semua yang ada di bawahnya, seperti kaca pada bagian depan jam tangan.

Lapisan Bowman, stroma, membran Descemet, endotelium, dan epitelium adalah lima lapisan yang membentuk kornea.

Efek Negatif Sengatan Matahari pada Mata

Epitel, lapisan terluar, adalah permukaan yang sangat tipis namun kuat yang melindungi mata dari bakteri, air, dan debu. Selain itu, bagian ini memasok seluruh kornea dengan oksigen dan nutrisi yang diserap dari air mata.

Saat mata terpapar radiasi ultraviolet, lapisan epitel menjadi kurang elastis. Lapisan ini terkelupas di beberapa bagian.

Karena ada beberapa pleksus saraf tepat di bawah lapisan epitel, lapisan tersebut terkadang dapat terkelupas seluruhnya, yang cukup menyakitkan.

Sel epitel kornea menyerupai sel epitel kulit. Sel epitel ini juga terus tumbuh, mati, dan tumbuh kembali, seperti halnya sel kulit asli.

Meskipun pergantian terjadi pada tingkat tertentu, siklus ini merupakan siklus alami. Kornea menjadi “telanjang” saat seluruh lapisan epitel hilang karena sel yang diregenerasi tidak tumbuh cukup cepat.

Dibandingkan dengan tingkat yang terjadi secara alami, semua sel epitel dapat mati sekaligus saat terpapar konsentrasi sinar UV yang lebih rendah.

Namun, pada tingkat paparan yang sangat tinggi, sinar UV juga dapat menghancurkan sel induk yang menghasilkan sel baru, yang menyebabkan jaringan parut kornea dan kemungkinan kebutaan. Meskipun sangat jarang terjadi, hal ini dapat terjadi.

Meskipun fotokeratitis biasanya hilang dengan sendirinya, kondisi ini dapat menyebabkan sakit kepala, nyeri mata, mata merah, gangguan penglihatan, dan pembengkakan.

Orang-orang yang melakukan aktivitas yang membuat mereka terpapar radiasi UV tingkat tinggi, termasuk pengelasan atau paparan sinar matahari yang terik dalam waktu lama, lebih mungkin menderita penyakit ini.

Untuk melindungi mata Anda, kenakan kacamata hitam yang dapat menghalangi hingga 100% sinar UV.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *