akseswarganet – Bank Sentral Eropa Jajaki Teknologi Blockchain untuk Sistem Pembayaran
Bank Sentral Eropa (ECB) tengah menjajaki teknologi blockchain untuk sistem pembayaran, yang bisa menjadi langkah besar dalam evolusi keuangan digital. Jika terwujud, hal ini berpotensi mengubah cara transaksi dilakukan, dengan sistem yang lebih cepat, aman, dan efisien dibanding metode tradisional.
Dilansir dari Coinmarketcap, Minggu (23/2/2025), selama ini, teknologi blockchain lebih banyak dikaitkan dengan mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum. Namun, ECB kini melihat peluang untuk menerapkannya dalam sistem keuangan tradisional.
Beberapa alasan utama yang mendorong eksplorasi ini adalah peningkatan efisiensi dan kecepatan transaksi, pengurangan biaya dengan menghilangkan perantara, serta keamanan yang lebih kuat berkat sistem kriptografi blockchain
Manfaat Besar dalam Sistem Keuangan
Selain itu, dengan semakin berkembangnya inovasi keuangan global, ECB ingin memastikan tetap berada di garis depan perubahan teknologi ini.
Dengan infrastruktur berbasis blockchain, pembayaran bisa dilakukan secara real-time tanpa memerlukan banyak pihak ketiga, sehingga lebih praktis dan efisien.
Tantangan yang Harus DihadapiMeski menjanjikan, ada beberapa hambatan yang harus diselesaikan sebelum ECB benar-benar dapat menerapkan sistem berbasis blockchain. Salah satunya adalah skalabilitas, karena blockchain harus mampu menangani volume transaksi yang sangat besar.
Selain itu, regulasi dan kepatuhan menjadi faktor penting, termasuk penerapan aturan anti pencucian uang (AML) dan kenali pelanggan Anda (KYC). ECB juga perlu memastikan keseimbangan antara transparansi dan privasi pengguna, serta mengintegrasikan sistem ini dengan infrastruktur keuangan yang sudah ada.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi
Blockchain vs. Mata Uang Kripto
Langkah ECB ini juga menunjukkan perubahan sikap terhadap teknologi blockchain. Selama ini, ECB bersikap skeptis terhadap mata uang kripto terdesentralisasi seperti Bitcoin, karena dianggap tidak stabil dan sulit diatur.
Namun, dengan mengembangkan sistem blockchain sendiri, ECB dapat memanfaatkan keunggulan teknologi ini sambil tetap menjaga kendali penuh atas sistem keuangan. Ini bisa menjadi alternatif yang lebih aman dan teregulasi dibandingkan mata uang kripto yang tidak diawasi oleh pemerintah.
Eksplorasi ECB terhadap blockchain berpotensi mempercepat pengembangan euro digital, yang dapat menjadi alat pembayaran utama di masa depan. Jika berhasil, euro digital berbasis blockchain bisa menjadi solusi inovatif yang menjembatani keuangan tradisional dan era digital, serta memperkuat posisi Eropa dalam ekosistem keuangan global.
Pengawasan Ketat Kripto di Eropa
Sebelumnya, Otoritas Perbankan Eropa (EBA) telah merilis pedoman baru yang bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap langkah-langkah pembatasan Uni Eropa untuk penyedia layanan pembayaran (PSP) dan penyedia layanan aset kripto (CASP).
Menurut EBA, langkah-langkah ini terintegrasi dengan mulus dengan kerangka tata kelola dan manajemen risiko yang lebih luas untuk mengurangi risiko operasional dan hukum.
CASP
Kontrol dan kebijakan yang lemah dalam lembaga keuangan, termasuk CASP, berpotensi melemahkan rezim langkah-langkah pembatasan Uni Eropa. EBA menekankan kerentanan tersebut tidak hanya dapat membuat lembaga terpapar risiko tetapi juga memfasilitasi penghindaran aturan, yang membahayakan stabilitas ekosistem keuangan.
Untuk mengatasi risiko ini, pedoman tersebut mengamanatkan penggunaan sistem penyaringan yang kuat untuk mencegah entitas atau individu melanggar tindakan pembatasan atau menghindari sanksi UE.