Akeswarganet – Hati-hati—menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin dapat menyebabkan kerusakan.
Jika rasio kompresi ruang bakar tidak sesuai dengan bahan bakar, penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin dapat menimbulkan efek yang merugikan. Tentu saja, pemilik kendaraan Eropa yang biasanya menggunakan bahan bakar beroktan tinggi memiliki kekhawatiran khusus tentang hal ini.
Secara umum, model SUV Peugeot terbaru memiliki rasio kompresi yang tinggi. Misalnya, Peugeot 2008, 3008, dan 5008 Active dan Allure Plus. Spesifikasi tersebut menyatakan bahwa rasio kompresi berada di antara 11:1 dan hampir 13:1.
Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan bensin RON 98, seperti Pertamax Turbo. Bensin RON 92 (Pertamax) cocok untuk kendaraan dengan rasio kompresi antara 10:1 dan 11:1. Sebaliknya, jika rasio kompresi kurang dari 10:1, pertalite memiliki RON 90.
Keduanya memiliki oktan atau RON 92, yang sama dengan Pertamax. Namun, ia mengklaim bahwa bahkan dengan Pertamax gabungan yang diproduksi dari Pertalite, masih ada sejumlah besar timbal atau sulfur.
Sederhananya, jika tidak disaring dengan baik. Karena itu, Pertalite dulunya menimbulkan masalah dengan mengganggu kinerja mesin.
Lampu peringatan mesin dapat menyala karena proses pembakaran yang tidak tepat karena adanya sulfur atau kotoran lainnya.
Ketukan mesin atau “knocking” biasanya merupakan hasil dari penggunaan bahan bakar oktan rendah pada mesin dengan rasio kompresi tinggi. Namun, ketukan terburuk dapat menyebabkan piston berlubang, menurunkan efisiensi, dan meningkatkan emisi gas buang.
Ketukan terjadi secara termodinamika karena bahan bakar RON rendah tidak dapat mentoleransi suhu atau tekanan tinggi. Oleh karena itu, busi dengan pengaturan waktu kompresi tinggi akan menyalakan bensin oktan rendah setelah terbakar.
Tenaga mesin akan langsung turun jika menggunakan oktan di bawah angka yang disarankan. Sebab, sistem pengapian mesin perlu beradaptasi dengan kondisi bahan bakar. Alhasil, performa mesin pun jadi tidak maksimal.
Patuhi anjuran pabrik saat menggunakan bahan bakar.
Lebih parah lagi, endapan karbon dari oktan rendah akan membuat mesin makin kotor. Rafi’i mengaku, membersihkan kotoran di mesin ini cukup sulit. Singkat kata, tenaga mobil tidak sekuat biasanya saat berakselerasi.
Agar mobil Anda tidak mengalami masalah seperti ini, ada baiknya Anda melihat buku petunjuknya. Cek tingkat kompresi mesin dan selalu gunakan bensin sesuai anjuran pabrik.
Namun, jika semua tanda tersebut muncul, sebaiknya Anda menggunakan Pertamax Oplosan. Agar kendaraan tetap prima, sebaiknya Anda melakukan pengecekan dan servis di bengkel resmi.
Hati-hati—menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin dapat menyebabkan kerusakan.