Mengenal Warisan Kuliner Legendaris Indonesia, Gudeg

Akeswarganet  – Mengenal Warisan Kuliner Legendaris Indonesia, Gudeg

Gudeg merupakan makanan khas Yogyakarta yang sudah dikenal luas sebagai salah satu warisan kuliner paling berharga di Indonesia.

Hidangan berbahan dasar nangka muda ini tidak hanya menjadi identitas kuliner Yogyakarta, tetapi juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2015.

Berbicara mengenai gudeg sebagai makanan khas dari mana, penjelasannya jelas mengarah ke Yogyakarta,

kota yang bahkan dijuluki “Kota Gudeg”. Meski gudeg juga dapat ditemukan di berbagai daerah di Jawa seperti Solo dan Jawa Timur,

Yogyakarta berhasil mengangkat sajian ini hingga menjadi ikon kuliner yang dikenal di mancanegara.

Keunikan gudeg terletak pada proses pembuatannya yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian.

Butuh waktu berjam-jam untuk mengolah nangka muda dengan berbagai bumbu rempah hingga menghasilkan rasa manis gurih yang khas, serta warna kecokelatan yang menjadi salah satu ciri khasnya.

Untuk mengenalkan warisan kuliner legendaris ini, simak ulasan selengkapnya sebagaimana dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (10/1/2024).

Sejarah dan Asal Usul Gudeg

Perjalanan gudeg sebagai ikon kuliner Yogyakarta memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Hidangan berbahan dasar nangka muda ini telah melalui berbagai fase perkembangan,

dari sekadar makanan sederhana hingga menjadi simbol kuliner yang diakui sebagai warisan budaya takbenda Indonesia.

Berdasarkan catatan sejarah yang tertulis dalam Serat Centhini, gudeg telah dikenal oleh masyarakat Jawa sejak abad ke-16 atau 17,

jauh sebelum Kesultanan Yogyakarta berdiri. Pada masa itu, gudeg sudah menjadi hidangan yang populer di berbagai acara keramaian masyarakat,

mulai dari pertunjukan wayang hingga jamuan tamu di wilayah pedesaan Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa gudeg telah menjadi bagian integral dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Jawa sejak masa lampau.

cerita rakyat

Menurut cerita rakyat yang diturunkan dari generasi ke generasi, asal-usul gudeg berkaitan erat dengan berdirinya Kesultanan Mataram pada akhir abad ke-16.

Dikisahkan bahwa ketika para prajurit Mataram membuka hutan untuk membangun ibu kota baru di wilayah yang kini menjadi Yogyakarta,

mereka menghadapi kesulitan dalam memperoleh pasokan makanan. Di tengah keterbatasan ini, mereka menemukan bahwa pohon nangka dan kelapa tumbuh subur di hutan tersebut.

Dengan kreativitas dan kepiawaian mereka dalam mengolah bahan makanan, para prajurit ini kemudian mencoba memanfaatkan nangka muda sebagai bahan pangan.

Proses pengolahan yang mereka lakukan cukup sederhana namun membutuhkan kesabaran.

Mereka merebus nangka muda dalam santan menggunakan panci logam besar dan mengaduknya terus menerus dengan menggunakan papan kayu.

Dalam bahasa Jawa sehari-hari, proses mengaduk seperti ini disebut “hangudêk.” Dari sinilah diyakini asal-usul nama “gudeg” berasal, yang kemudian melekat hingga saat ini menjadi nama hidangan khas tersebut.

Seiring berjalannya waktu, gudeg berkembang tidak hanya sebagai hidangan untuk bertahan hidup, tetapi juga menjadi sajian istimewa yang memiliki nilai sosial dan budaya tinggi.

Melalui berbagai penyempurnaan dalam hal bumbu dan teknik memasak, gudeg akhirnya menemukan bentuk idealnya seperti yang kita kenal sekarang:

hidangan nangka muda yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah hingga menghasilkan cita rasa manis gurih yang khas.

Mengenal Warisan Kuliner Legendaris Indonesia, Gudeg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *