Rawon Garuda Kediri, Sensasi Kuah Hitam Pedas yang Selalu Diburu Pembeli

akseswarganet – Rawon Garuda Kediri, Sensasi Kuah Hitam Pedas yang Selalu Diburu Pembeli

Rawon merupakan salah satu kuliner dengan citarasa khas yang mempunyai tempat di lidah masyarakat Indonesia, termasuk warga Kediri, Jawa Timur. Masakan berbentuk kuah dengan ciri khas warna hitam ini berbahan utama daging sapi. Bumbunya menggunakan paduan aneka rempah-rempah. Sedangkan warna hitam sebagai ciri utamanya berasal dari biji kluwek. Kluwek sendiri adalah biji dari buah pohon kepayang atau juga ada yang menyebutnya pohon pucung yang direbus lalu diperam dalam tanah sekitar sebulan lamanya

Di Kediri, terdapat sejumlah warung yang menjajakan rawon. Salah satunya adalah Rawon Garuda yang ada di Jalan Yos Sudarso, tepatnya sebelum Klenteng Tjoe Hwie Kiong, Kota Kediri

Rawon Garuda ini mempunyai citarasa pedas dengan aroma bumbu yang nendang. Kekhasan lainnya adalah kuahnya yang tidak begitu kental.

Rawon Garuda Kediri, Sensasi Kuah Hitam Pedas yang Selalu Diburu Pembeli

Penyajiannya kerap dibarengi dengan topping tauge segar dan taburan bawang goreng. Tak lupa juga sambal sebagai pendorong sensasi pedasnya. Untuk harga, dengan kualitas rasanya yang relatif terjangkau, hanya Rp 19.000 setiap porsinya. Selain daging, juga ada pilihan lauk lainnya. Di antaranya, kerupuk dan perkedel yang terbuat dari kentang murni

Sedangkan pilihan minuman mulai dari es jeruk, es teh, hingga es sari kedelai. Warungnya yang berada di pinggir jalan ini tidak beroperasi setiap hari. Hanya Selasa-Minggu saja

Itu pun hanya empat jam lamanya, yaitu mulai pukul 06:00 WIB sampai 10:00 WIB. Meski hanya empat jam, pembelinya tidak pernah sepi. Setiap hari, pembeli selalu berjubel mengantre. Kebanyakan adalah para pelanggan lamanya. “Rawon di sini itu khas kuah encer pedas dan dagingnya empuk. Itu bedanya dengan rawon di tempat lain,” ujar Rudi

Selain kualitas rasa masakan yang enak, suasana di warungnya cukup terasa atmosfer pelayanan yang prima.

Pemilik Warung Rawon Garuda, Awal (50) mengatakan, untuk kebutuhan rawon itu setiap harinya menghabiskan daging sapi mencapai 10 kilogram.

Setiap hari dagingnya sekitar 10 kilogram, cabe 3 kilogram,” ujar Awal, yang berjualan dibantu keluarga dan sejumlah karyawannya itu. Sedangkan untuk beras, dia menghabiskan sampai 20 kilogram. Berasnya lumayan banyak karena selain rawon, dia juga menyajikan menu lainnya seperti nasi pecel dan tumpang. Saat ditanya rahasia masakannya yang enak, pria gondrong itu mengaku tidak mempunyai rahasia khusus

Menurutnya, cara memasaknya juga sebagaimana memasak rawon pada umumnya saja, begitu juga dengan bumbu rempahnya. “Mungkin tangannya (pemasaknya) saja yang berbeda. Soalnya kadang beda tangan beda rasa,” pungkasnya sambil tersenyum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *