Martabak Tradisional Taiwan Disebut Tak Berwarna Jadi Perdebatan Sengit

Akseswarganet  Martabak manis di Asia beragam jenisnya. Seperti martabak ala Taiwan yang disebut tak berwarna karena sepi topping, yang mengundang perdebatan sengit.

Martabak berasal dari kata “mutabar” yang merupakan gabungan dua kata. Kata tersebut adalah “muta” yang berarti telur dan “bar” yang merupakan singkatan kata “barota” atau “bratha” alias roti.

Martabak manis sangat populer di Indonesia, Taiwan, Hong Kong, China Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, hingga Thailand. Sebutannya ada banyak yaitu apam balik, terang bulan, ban jian kueh, min chiang kueh, dai gau min, chin loong pau, dan kap biang.

Martabak manis konon berasal dari China, tepatnya provinsi Fujian. Kemunculan martabak manis tak bisa dipisahkan dari sosok General Tso Tsung T’ang yang merupakan pimpinan militer Dinasti Qing. Sehingga tak heran martabak manis bisa dengan mudah ditemukan di berbagai negara di Asia, salah satunya di Taiwan yang dikenal dengan nama mànjiānguǒ.

Baru-baru ini ada video pembuatan martabak manis ala Taiwan yang viral di media sosial. Lewat akun X @mogu2_food (27/01), tampak video singkat itu menunjukkan langkah-langkah pembuatan mànjiānguǒ yang populer jadi camilan kaki lima di sana.

Topping atau isiannya ini terbilang sederhana hanya kacang wijen, gula dan sedikit taburan coklat dengan tekstur martabak yang tipis. Tampilan inilah yang menarik komentar dari netizen Indonesia, dan mulai membandingkannya dengan martabak manis di Indonesia yang terkenal dengan isian dan topping melimpah berbagai rasa.

“Martabak manis mungkin asalnya memang bukan dari Indonesia, tapi versi martabak manis di Indonesia itu paling menarik. Lihat saja nih martabak versi Taiwan, kering, rata, tidak berwarna, tidak ada tekstur sarang madu di permukaannya. Martabak manis Indonesia memang standar terbaik,” komen akun @yo**.

Namun dari cuitan ini, banyak netizen Indonesia sendiri yang ikut berdebat membahas tentang martabak manis versi lokal maupun dari negara lain. Banyak juga netizen dari negara lain yang mengkritik komentar di atas.

“Orang Indonesia ini kalau tak bisa klaim sesuatu, pasti mereka akan merendahkan makanan lain dan memuja-muja makanan mereka. Padahal santai saja, ini cuma makanan, apalagi makanan yang ada di berbagai negara. Tidak ada martabak yang paling enak. Cukup nikmati saja dan berharap kita tidak kena diabetes,” kritik @ay**.

“Duh! Kritik makanan tradisional dari negara lain sebagai makan yang membosankan dan tidak berwana. Benar-benar tak sopan!” komen @gem***.

“Tapi sejujurnya kalau harus pilih martabak manis Indonesia atau martabak Taiwan, ya gue akan pilih versi Taiwan sih. Gak mblenek (bikin cepat kenyang), lebih seimbang, tidak berminyak. Kalau martabak Indonesia isinya suka lebay. Padahal segala yang berlebihan itu gak enak dan gak sehat,” tulis @di** yang berasal dari indonesia.

“Kenapa orang Indonesia tuh suka sekali klaim berlebihan. Mulai dari nasi goreng sampai martabak manis. Di China juga ada nasi goreng, di Taiwan ada martabak manis. Selama masih sama-sama Asia ya wajar lah makanannya senada. Mana ada yang kebawa emosi lagi, kalau ada negara lain yang klaim kalau martabak juga ada di negara mereka,” pungkas @the*** yang berasal dari Indonesia.

Perdebatan antara martabak versi negara mana yang paling enak di Asia, memang tidak akan pernah ada habisnya. Setiap orang pasti memiliki selera martabak manis masing-masing, tapi perdebatan martabak manis ini menambah daftar panjang perdebatan sengit netizen Indonesia seputar makanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *