Akseswarganet – Kuliner khas Surabaya yang legendaris dan murah meriah
Surabaya sebagai salah satu ibukota salah satu provinsi terbesar di Indonesia ini dikenal dengan kulinernya yang kaya akan rasa manis, asin, dan pedas. Hal ini karena di Surabaya banyak pendatang dari berbagai daerah yang membawa ciri khas masing-masing, seperti: Madura, Jawa Tengah, Bali, Lombok hingga Flores.
Uniknya, beberapa kuliner tersebut berpadu dengan citarasa setempat dan menciptakan sebuah rasa yang nggak bakal Anda jumpai di tempat lain.
Tergoda ingin mengeksplor aneka kuliner khas Surabaya yang tiada duanya tersebut? Yuk ikut kami!
Perpaduan suwiran daging manis dan nasi hangat: Nasi Empal Pengampon (non-halal)
Nasi empal di sini disajikan bersama nasi, tempe dan kentang goreng kering, oseng-oseng buncis wortel dan daging empal yang disuwir-suwir. Istimewanya adalah empal di sini empuk, rasanya enak dengan bumbu yang meresap sempurna. Meski menggunakan daging sapi, namun tempat ini juga menjual menu lain yang menggunakan daging babi.
Camilan simpel dengan rasa yang kaya: Ote Ote Porong (non-halal)
Jajanan ini sejenis gorengan yang sering disebut bakwan goreng atau bala-bala, tetapi orang Surabaya dan sekitarnya menyebut ote-ote. Keistimewaannya yaitu ukurannya yang besar bahkan satu ote-ote bisa dimakan dua orang. Anda dapat memilih ote-ote dengan isian daging babi (non halal), daging ayam, jamur tiram atau rumput laut
Perpaduan dua menu yang sama-sama lezat: Nasi Ayam Krengsengan Pak Sahir
Di sini, sajian krengsengan disajikan bersama dengan nasi goreng atau nasi ayam. Keduanya sama-sama lezat, apalagi disantap saat malam hari. Selain itu tempatnya pun tidak terlalu kecil untuk ukuran kaki lima.
Sederhana namun enak dan sehat: Nasi Sayur Pak Djo
Menunya sebenarnya sederhana saja, yaitu nasi putih hangat yang di atasnya dituangi tumisan sayur sawi hijau plus mie dan cincangan daging ayam serta irisan mentimun. Namun, yang membuatnya terkenal karena tempat ini sudah ada sejak 30 tahun yang lalu. Rasanya yang otentik dan murah meriah tentu menjadi prioritas utama bagi pemburu wisata kuliner
Warung sederhana dengan sajian luar biasa: Sego Sambel Mak Yeye
Bagi Anda pecinta makanan pedas, Sego Sambel Mak Yeye merupakan salah satu tujuan kuliner favorit Anda, sebab di sini disediakan sambal yang sangat pedas hingga membuat Anda berkeringat saat menikmatinya. Tempat yang beroperasi sejak tahun 1982 ini hanya buka di malam hari sampai menjelang subuh. Siap-siap antre panjang ya jika kemari
Segar dan rasanya nendang: Soto Madura Tapak Siring
Biasanya soto terdiri dari suwiran ayam dan bihun yang disiram dengan kuah kaldu yang sedap. Namun, menu di tempat ini menggunakan daging sapi sebagai isinya. Kuah soto yang berada di panci besar hanya berupa kaldu dan aneka bumbu tanpa garam. Baru ketika pembeli memesan, taburan perasa akan langsung dicampur dengan kuah serta daging empuk di dalam mangkuk. Mantap, kan?
Rujak cingur termahal di dunia?: Rujak Cingur Ahmad Jais
Rujak termahal di dunia ini dikelola sejak tahun 70an oleh Ng Giok Tjoe. Meski mahal tapi enak, karena daging cingurnya berlimpah, bersih dan tanpa bau amis. Meskipun lokasinya cukup sulit ditemukan, namun tempat ini ramai dikunjungi dari artis hingga pejabat; seperti yang terpajang di dinding ruko
Balapan menyantap sajian lezat: Lontong Balap Garuda Pak Gendut
Salah satu lontong balap yang wajib dicoba di Kota Pahlawan adalah Lontong Balap Pak Gendut yang menjadi kuliner legendaris. Seporsinya ada beberapa irisan lontong, kecambah, lento, lalu diberi kuah segar plus kecap dan terakhir bawang goreng. Rasanya itu memang bikin ketagihan
Beda dari sate lainnya: Sate Klopo Ondomohen Bu Asih
Sate klopo jadi kuliner wajib saat berkunjung ke Surabaya. Namun hanya sate klopo di Jalan Ondomohen (kini berganti nama menjadi Jalan Walikota Mustajab) yang asli racikan ibu Asih Soedarmi, karena menggunakan kelapa atau klopo (bahasa Jawa) dalam pembuatannya. Tusukan daging sapi atau ayam dibalur bumbu kelapa parut yang gurih saat dibakar
Antre lama demi segigit cakue kenyal: Cakue Peneleh Pasar Atom
Cakue Peneleh yang sudah beroperasi selama 30 tahun ini sangat berbeda dengan cakue pada umumnya, sebab teksturnya yang lebih lembut dan ada isian udang dan ayam di dalamnya. Cakue ini tidak lengkap kalau dimakan tanpa saus yang rasanya perpaduan antara asam, manis, dan ada sedikit rasa pedas