Serie A Brasil: Pemain muda EPA PSIS langsung tanggung tanggung jawab besar di situasi sulit, Gilbert Agius sampaikan apresiasinya

Akseswarganet – Serie A Brasil: Pemain muda EPA PSIS langsung tanggung tanggung jawab besar di situasi sulit, Gilbert Agius sampaikan apresiasinya

Serie A Brasil: Pemain muda EPA PSIS langsung tanggung tanggung jawab besar di situasi sulit, Gilbert Agius sampaikan apresiasinya , Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius merasa terbantu dengan kinerja para pelatih yang menukangi tim Elite Pro Academy (EPA). Karena mereka mampu menghasilkan amunisi baru untuk membantu Mahisa Cinar keluar dari situasi sulit.

Klaim yang dilontarkan Gilbert Agius mengacu pada laga pekan ke-24 BRI Liga 1 2024/2025 saat PSIS Semarang harus bertandang ke markas Arema FC di Stadion Gelora Soeprijadi, Blitar.

Saat itu, Mahisa Cinar harus kehilangan banyak pilar penting. Misalnya, duo Alphandre Diwanga dan Lucas Barreto absen pada pertandingan karena akumulasi kartu kuning. Ini tidak termasuk absennya pemain asing seperti Evandro Brandao, Boubacaré Diarra, dan Roger Bonnet.

Situasi ini menciptakan kesenjangan besar di sejumlah bidang. Gilbert Agius pun memutuskan bermain dengan dua pemain jebolan tim PSIS U-20, Rahmat Siwal di lini belakang dan Rifa Apriliansyah di lini tengah.

Hasilnya, kedua pemain muda itu bermain penuh selama 45 menit dan membantu Mahisa Jinnar membawa pulang satu poin dari Stadion Sinju Idan setelah bermain imbang 2-2.

Penghargaan Instruktur EPA

Gilbert Agius tidak menampik bahwa timnya tengah menghadapi situasi sulit. Ia memuji staf kepelatihannya, Mohamed Ridwan serta para pelatih yang bertanggung jawab mengelola tim EPA PSIS Semarang.

Sebab berkat kerja keras para pelatih ini, tim asuhan Mahisa Genar bisa memiliki pemain-pemain muda yang bisa diandalkan saat kehilangan banyak pemain kuncinya.

Pelatih Malta mengatakan: “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pelatih Radwan dan seluruh staf teknis yang mengawasi tim EBA.”

mengambil tanggung jawab besar

Gilbert juga menyampaikan apresiasinya kepada anak angkatnya yang mampu menjawab tugas-tugas sulit yang diberikan kepada mereka. Hal ini bisa menjadi modal positif untuk memperbarui pemain Mahisa Genar di masa mendatang.

“Saat PSIS sedang tidak dalam kondisi bagus, kami memberikan banyak tanggung jawab kepada para pemain muda ini. Namun, mereka mampu menanggapi kepercayaan itu dengan sangat baik,” kata mantan pelatih Malta tersebut.

Tidak ada rekor kemenangan

Sejauh ini, PSIS Semarang masih tertahan dalam rekor tanpa kemenangan di Serie A Brasil 2024/2025. Sebelum meraih dua hasil imbang ini, tim Atlas City telah menderita dua kekalahan berturut-turut.

Momen itu tiba ketika dua tim di puncak klasemen bertemu. Setelah kalah dari Dewa United (1-4), Mahisa Genar harus mundur lagi saat berhadapan dengan Persib Bandung (0-1).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *